Sabtu, 21 Januari 2017

PROTA dan PROMES Untuk Kelas 1 SD Kurikulum 2013 Rev. 2016

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 21.45

Program tahunan dan program semester atau bahasa lainnya PROTA dan PROMES Kurikulum 2013 secara prinsip sama dengan kurikulum sebelumnya, hanya saja format yang ada sedikit berbeda, jika sebelumnya kita mengenal standar kompetensi dan kompetensi dasar, kini pada Kurikulum 2013 kita mengenal kompetensi inti dan kompetensi dasar.
Langkah-langkah perancangan Program Tahunan:
  1. Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas.
  2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif.
  3. Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) dalam satu tahun.
  4. Mendistribusikan alokasi waktu Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam

Hari-hari libur meliputi
  • Jeda tengah semester
  • Jeda antar semester
  • Libur akhir tahun pelajaran
  • Hari libur keagamaan
  • Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
  • Hari libur khusus (kegiatan khusus satuan pendidikan)
 Dalam menyusun Program Tahunan dan Program semester, komponen yang harus ada sebagai berikut.
  • Identitas (muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran)
  • Format isian ( tema, sub tema, dan alokasi waktu).

 Untuk anda yang membutuhkan Program Semester dan Program Tahunan Kelas 1 SD kami sediakan contoh formatnya dan dapat anda Download pada link berikut :

 Semoga bermanfaat.

Minggu, 11 Desember 2016

Aplikasi Rapor K 13 untuk Kelas I dan kelas IV Sekolah Dasar

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 23.53

Akhir semester telah tiba, sebelum menikmati masa libur semester Ada 1 Tugas WAJIB, yaitu pengisian Rapor. Tentunya beberapa rekan-rekan ada yang mencari Aplikasi untuk pengisian Rapor dengan Kurikulum 2013. Dalam postingan kali ini disini akan kami berikan Aplikasi RAPOR KURIKULUM 2013 revisi terbaru tahun 2016.
 
 
 Langsung saja untuk anda yang membutuhkannya bisa download di Link Berikut ini :
 

Kamis, 24 November 2016

Momentum Hari Guru Nasional

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 05.57


Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada 25 November sebaiknya dijadikan momentum untuk mengembangkan profesi guru sesuai tantangan zaman. Peringatan HGN juga merupakan kesempatan untuk merancang postur guru nasional yang ideal untuk menggenjot daya saing bangsa.


Postur guru nasional kini tecermin dari guru yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Postur itu berjumlah sekitar 3.015.315 guru. NUPTK diberikan kepada guru yang statusnya PNS ataupun non-PNS sebagai nomor identitas resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan, yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Tema peringatan Hari Guru Nasional 2016 adalah "Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya". Kalimat mulia karena karya menekankan penghargaan untuk profesi guru dan tenaga kependidikan.

Penghargaan di atas diharapkan nyata dan bukan utopia. Puncak peringatan HGN 2016 dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, dan akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

HGN 2016 diwarnai isu strategis terkait aspek profesionalitas guru. Antara lain, penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan, optimalisasi pendidikan inklusi, revitalisasi SMK menghadapi daya saing ketenagakerjaan, hingga penilaian kinerja guru dan tenaga kependidikan.

Awal mula peringatan HGN dicetuskan oleh Wardiman Djojonegoro, yang saat itu menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. HGN ditetapkan berdasarkan Keppres No 78 Tahun 1994. Penentuan HGN memiliki latar belakang terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945.

Pembentukan PGRI diawali dengan adanya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) sejak 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri atas para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah.


Guru inspiratif
HGN merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan guru ideal yang menjadi sosok inspiratif bagi siswa. Hingga saat ini, sosok guru yang inspiratif dan adaptif dengan kemajuan dunia jumlahnya belum menggembirakan. Sehingga lembaga pendidikan di negeri ini masih dibelit oleh rutinitas dan belum menjadi lumbung kreativitas dan inovasi. Padahal, era globalisasi sekarang ini memungkinkan sekolah menjadi pendorong yang hebat bagi daya kreativitas masyarakat.

Untuk membentuk guru yang inspiratif, dibutuhkan wahana dan kesempatan bagi guru untuk mengikuti perkembangan global. Wahana tersebut untuk menunjang proses pengajaran serta meningkatkan profesionalitas guru.

Sedangkan, kesempatan yang harus diberikan untuk guru adalah mengikuti pendidikan lanjutan ke luar negeri atau mengikuti bermacam event tentang perkembangan metode pendidikan global dan iptek yang relevan.

Kita masih prihatin karena hingga kini, postur guru di negeri ini masih banyak yang gagap teknologi. Khususnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Padahal, perkembangan TIK dan kemampuan mesin pencari lewat internet telah merevolusi tata kelola dan kebudayaan dunia. Serta mentransformasikan proses pendidikan begitu cepatnya. Mesin pencari juga sangat pemurah karena menyediakan sumber informasi yang tak terbatas sebagai bahan baku untuk berkreasi.


Eksistensi guru bagi suatu bangsa adalah kunci kemajuan. Bagi negara maju, guru adalah segalanya. Seperti dalam sikap pemimpin bangsa Jepang Kaisar Hirohito saat menghadapi kalah perang dan kehancuran bangsanya hingga di titik nadir. Untuk membangkitkan kembali bangsanya, Hirohito terlebih dahulu menata dan menghimpun para guru.

Begitu juga, dengan langkah bangsa Amerika Serikat dalam dasawarsa terakhir sangat progresif untuk membenahi postur guru. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing Amerika yang mulai terkejar oleh Cina dan India. Pembenahan postur guru dipimpin oleh sosok reformis pendidikan Amerika Serikat, yakni Arne Duncan sebagai menteri Pendidikan AS.

Gerakan Duncan itu dipicu oleh laporan The President's Commission on Excellence in Education yang berjudul A Nation At Risk: The Imperative for Education Reform. Laporan itu menyebabkan gelombang reformasi pendidikan di Amerika Serikat, yang menekankan totalitas pengembangan kompetensi guru dan merancang ulang sistem sekolah serta mempersiapkan para siswa supaya unggul dalam kompetisi pada masa depan.

Gerakan Duncan diakselerasi dengan membentuk The Carnegie Task Force on Teaching as a Profession. Tim tersebut bertugas mengembangkan standardisasi dan sertifikasi profesi guru serta dibentuknya National Board for Professional Teaching Standards (NBPTS).

Misi NBPTS mengembangkan standardisasi kompetensi guru serta mengadvokasi reformasi pendidikan. Mereka yang duduk dalam lembaga ini adalah para guru kelas. Sejak NBPTS didirikan, pengembangan profesi guru di Amerika Serikat hasilnya sangat pesat.

Pemanfaatan teknologi
Berbagai terobosan untuk meningkatkan kompetensi guru adalah cara tercepat untuk mencetak generasi emas Indonesia. Postur guru yang inspiratif bisa mewujudkan lingkungan pembelajaran generasi baru, yaitu dengan cara pemanfaatan teknologi TIK terkini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, administrasi, serta interaksi dan kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, komunitas, dan sekolah yang lebih efektif dan murah.


Kini semua guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK mestinya memiliki laptop, yang terkoneksi dengan sistem layanan informasi pendidikan lewat internet untuk menunjang proses pengajaran, mengembangkan profesionalitas, dan menggenjot daya kreativitas.

Dengan sistem ini, para guru bisa lebih efektif dalam bekerja sehingga bermacam penyakit rutinitas yang menimpa guru bisa teratasi. Selama ini penyakit rutinitas dan tetek bengek birokrasi telah membelenggu para guru sehingga dari tahun ke tahun, mereka terpaksa berkubang dengan masalah yang itu-itu saja. Akibatnya, tidak mampu meningkatkan kualitas dirinya sesuai dengan semangat zaman.

Kondisi ini sangat relevan dengan premis Root Bernstein penulis buku Sparks of Genius. Yang menyatakan siapa pun perlu keluar dari cara kerja rutin dan konformitas birokrasi supaya bisa melihat masalah dan tantangan pekerjaan dengan cara yang baru.

Dengan adanya sistem layanan elektronik kependidikan yang baik, para guru bisa mempersiapkan materi ajar lebih baik dan variatif serta bisa berkolaborasi dengan forum guru mata pelajaran. Kolaborasi para guru itu pada gilirannya, akan menyuburkan budaya mengunduh dan mengunggah konten pendidikan ataupun ilmu pengetahuan umum.

Program layanan elektronik kependidikan searah dengan program global World Wide Innovative Teacher Forum. Secara rutin, Indonesia mengirimkan wakilnya yang dihasilkan melalui seleksi lewat forum guru mata pelajaran.

Salah satu agenda menarik yang berbasis daya kreativitas adalah acara Innovative Teacher Competition. Dunia sekarang ini terfokus kepada usaha untuk meningkatkan lembaga pendidikan, yang mampu menggenjot daya kreativitas warga negaranya.

Cara lain untuk meningkatkan daya kreativitas utamanya bagi lembaga pendidikan adalah dengan merombak budaya belajar dan ruangan sekolah. Banyak pihak yang kurang menyadari bahwa pengaruh tata ruang, khususnya ruang kelas terhadap daya kreativitas cukup besar.

Ruangan kelas yang dilengkapi dengan perangkat TIK untuk proses belajar, sang guru dengan perangkatnya yang mampu mengakses materi ajar yang bermutu, serta infrastruktur kelas yang dirancang secara ergonomik dan nyaman secara lingkungan bisa memperbaiki proses kreatif siswa secara signifikan


Sumber sepenuhnya dari : republika
Foto : Dokumentasi Pribadi Mas Han

Kamis, 13 Oktober 2016

Pendampingan Kurikulum 2013

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 16.42

Untuk meraih hasil maksimal dalam penerapan kurikulum 2013 di tingkat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan program pendampingan untuk guru Sekolah Dasar yang melaksanakan kurikulum 2013 di Tahun 2016 ini. di Kecamatan Kebonagung ada empat sekolah inti yang melaksanakan Kurikulum 2013 untuk kelas 1 dan kelas 4, yaitu SDN Kebonagung, SDN Karanganyar I, SDN Sidomulyo I dan SDN Ketro I.

Pendampingan guru diperlukan untuk melihat sejauh mana guru berhasil mempraktikkan konsep kurikulum 2013 di kelas.

Pengawas Sekolah Dasar Gugus 03 dari UPT TK dan SD Kecamatan kebonagung, Sri Purwaningsih dalam perbincangannya di SDN Sidomulyo I menuturkan proses pendampingan dilakukan melalui sistem In-On, in house training dan on job training, selama lima kali. “Semua guru, baik guru tematik dan guru mata pelajaran termasuk kepala sekolah akan diberi pendampingan,” ujar Sri.


Pertama melakukan pertemuan awal (in) untuk mendiskusikan materi pendampingan, agenda kegiatan dan informasi lain yang dibutuhkan. Selanjutnya guru melaksanakan proses pendampingan di dalam kelas. Disini guru pendamping melakukan pengawasan dan penilaian (on) pelaksanaan kurikulum 2013.

Setelahnya, kembali melakukan diskusi pembahasan jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan merumuskan langkah-langkah perbaikian. Keempat, guru kembali mengajarkan dikelas melakukan perbaikan sesuai hasil observasi (on) sebagai tindak lanjut pendampingan. Terakhir, guru menyusun laporan proses dan hasil pendampingan (in).


Sabtu, 08 Oktober 2016

Mengenal Localhost, sistem webserver lokal yang digunakan Aplikasi PMP dan DAPODIK

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 01.52

Sebagai operator sekolah, tentunya anda tidak asing dengan istilah Localhost yang sering anda temui pada aplikasi Dapodik dan belakangan ini juga digunakan pada aplikasi PMP. Dua aplikasi karya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini menggunakan Localhost untuk mempermudah operator dalam pengisian data sehingga operator tidak harus selalu terkoneksi dengan jaringan internet untuk melakukan pekerjaannya.

Mungkin sebagian dari pembaca masih bertanya-tanya dan belum paham sepenuhnya apa yang dimaksud dengan Localhost yang digunakan oleh KEMENDIKBUD pada aplikasi Dapodik dan PMP. Admin mencoba untuk menggabungkan beberapa pemahaman tentang Localhost dari berbagai sumber.


LOCALHOST  merupakan gabungan dari dua kata, yaitu local dan host. Local berarti lokal atau internal komputer kita, sedangkan host artinya penyedia jasa hosting. Hosting sendiri berarti tempat untuk menaruh file-file dari web server. Singkatnya, Localhost adalah sebutan untuk memanggil hosting pada komputer lokal yang diinstal web server.

Localhost adalah sebutan bagi server lokal yang ada di komputer kita. Pada dasarnya komputer adalah server, dan server adalah komputer. Namun sebutan server lebih sering digunakan bagi komputer yang diakses oleh orang banyak melalui komputer lain. Artinya kita bisa mengakses virtual server dari sebuah komputer menggunakan komputer atau media lain sepanjang akses portnya dibuka.

Nah jadi ketika kita membuat sebuah aplikasi berbasis web otomatis kita harus menaruh aplikasi tersebut di web server agar bisa berjalan dan bisa diakses oleh pengguna. Masudnya kita harus menginstall aplikasi tersebut pada komputer yang diposisikan sebagai web server yang sudah memiliki aplikasi web server yang bisa digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang berbasis web itu.

Localhost biasanya dipergunakan oleh seorang web developer, dalam mengembangkan sebuah situs web dinamis yang memerlukan database MySQL.Sebelum seluruh file yang membangun sebuah situs diupload kedalam web server, developer web akan mengujinya terlebih dahulu pada sebuah server local (localhost).Sehingga pada saat akan diupload, seluruh fitur yang dibangun oleh script pemrograman sudah berfungsi semuanya dengan baik. Situs yang masih diujicoba pada localhost sama persis tak ubahnya seperti situs yang berada pada internet umumnya.Keduanya juga bisa dilihat setelah diakses melalui web browser. Bedanya, situs yang masih berada pada localhost hanya bisa dilihat pada browser komputer si pengembangnya saja.

By Mas Han
OPS SDN Sidomulyo I Kebonagung

Kamis, 15 September 2016

SOLUSI UNTUK APLIKASI PMP FATAL ERROR

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 16.59

Setelah Padamu Negeri resmi dihentikan dan hanya diakui adanya satu data pokok pendidikan yaitu DAPODIK, kini hadir Aplikasi baru yang merupakan pendamping dari Aplikasi DAPODIK, yaitu Aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP).

Aplikasi PMP dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kaidah-kaidah Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri.

Berbeda dengan saudaranya DAPODIK, dalam aplikasi PMP ini peserta didik, guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan Komite Sekolah diwajibkan mengisi kuisioner yang telah ada pada Aplikasi tersebut. Di dalam aplikasi PMP tersedia kuesioner untuk setiap stakeholder sekolah yang digunakan untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.

Secara teknis Aplikasi PMP bersifat komponen opsional (add ons/pengaya) dari Aplikasi Dapodik, maka Aplikasi PMP akan dapat diinstall dan berjalan jika dikomputer tersebut telah ter-install Aplikasi Dapodik. Secara otomatis Aplikasi PMP akan mengambil entitas data pokok dari Aplikasi Dapodik seperti data profil sekolah, PTK, PD dan lainnya. Selanjutnya Aplikasi PMP akan menampilkan daftar pertanyaan/kuesioner untuk masing-masing entitas data tersebut.

Akan tetapi setelah melalui proses pengembangannya hingga diluncurkannya Aplikasi PMP 1.3 serta Dapodik 2016b, terdapat kendala yang ditemui khususnya oleh operator sekolah. Kendala tersebut muncul lantaran dalam beberapa kasuse ditemukan tidak kompatibelnya aplikasi DAPODIK dengan PMP. Khususnya pada aplikasi DAPODIK yang tidak melalui update 2016a.


Tentunya hal ini bisa menghambat pekerjaan teman-teman operator, dalam kesempatan kali ini, saya coba share salah satu solusi yang sudah saya terapkan khususnya kepada operator yang ada lingkup UPT TK dan SD Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan pada kegiatan sosialisasi pengerjaan PMP di gedung LRC Kebonagung pada tanggal 15 September 2016.

Adapun jalan keluar dari masalah tersebut seperti yang telah saya terapkan pada sosialisasi tersebut tahap – tahapnya adalah sebagai berikut,

PERTAMA, Uninstal Aplikasi Dapodik dan PMP anda, sebelumnya pastikan anda sudah melakukan syncronisasi terlebih dahulu, setelah Aplikasi tersebut selesai di Uninstal, jangan dulu Restart Komputer / laptop anda, Gunakan aplikasi CC Cleaner untuk membersihkan history data yang tersisa baru setelah itu anda Restart Komputer / laptop anda.

KEDUA, setelah komputer / laptop kembali menyala, instal kembali aplikasi Dapodik, gunakan Full Installer DAPODIK 2016-b JANGAN GUNAKAN PATCH DAPODIK 2016-b, selesai anda menginstal ulang DAPODIK, lakukan resgistrasi seperti biasa dan Login seperti biasa pada Dapodik untuk memastikan Dapodik anda sudah benar-benar bisa terbuka kembali.

KETIGA, Lakukan instalasi pada Aplikasi PMP, gunakan master instalasi PMP 1.2, lakukan instalasi hingga selesai, kemudian lakukan LOGIN pada instalasi PMP 1.2 (Ingat PMP 1.2) Jangan di PATCH UPDATE dulu ke 1.3

KEEMPAT, setelah login pastinya anda tidak dapat masuk ke Aplikasi PMP, tetapi akan muncul peringatan 1 baris kalimat yang menyatakan Aplikasi PMP anda tidak kompatibel atau perlu diupdate. Abaikan saja tutup Browser yang anda gunakan.

KELIMA, ambil secangkir kopi atau teh panas, nikmati sejenak biar tidak tegang,

KEENAM, buka Patch PMP 1.3 kali ini baru lakukan instalasi untuk Update Patch PMP 1.3

KETUJUH, Setelah instalasi selesai buka kembali Aplikasi PMP, Insya Allah jika anda mengikuti step by step langkah tersebut, Aplikasi PMP anda akan dapat dibuka kembali dan siap untuk dikerjakan.

KEDELAPAN, Jaga kesehatan dan kondisi serta selalu bersyukur agar kerja lancar, berkah dan barokah.

Semoga bermanfaat by Mas Han
Operator SDN Sidomulyo I Kecamatan Kebonagung, Pacitan.