Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2017

Iklhas dan Memaknainya

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 05.36

Tentang pengertian ikhlas dalam ajaran islam terbagi dalam 2 sudut padang. Pengertian menurut bahasa dan pengertian berdasarkan istilah. Menurut bahasa, pengertian ikhlas artinya tulus dan bersih. Sedangkan menurut istilah, makna dan arti ikhlas adalah mengerjakan suatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Bagi orang yang ikhlas, suatu perbuatan baik tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, apalagi hal itu diharapkannya dari manusia atau orang yang diberi kebaikan oleh kita, melainkan hanya semata-mata ingin mendapatkan rida Allah SWT. Jadi meskipun tidak mendapatkan imbalan apa pun, dan dari pihak mana pun, ia akan tetap melakukan perbuatan baiknya itu.
Ikhlas adalah sikap perbuatan yang timbul karena adanya keinginan sendiri, bukan karena perintah atau paksaan orang lain. Jika mengerjakan sesuatu karena mengharap imbalan dari suatu pihak tertentu maka belum termasuk ikhlas. Misalnya, mengerjakan salat karena ingin dipuji oleh orang tua, orang lain, atau pacar dan mengharap pujian yang lain berarti ibadah salat tersebut tidak ikhlas, bahkan tidak mendapatkan pahala karena termasuk perbuatan "riya".

Sikap ikhlas sangat penting dimiliki oleh setiap muslim, sebab hidup ini akan terasa berat bagi orang yang tidak ikhlas. Namun sebaliknya akan terasa ringan bagi mereka yang berhati ikhlas dan tulus. Selain itu, perilaku ikhlas juga dapat mendatangkan berbagai keuntungan bagi pelakunya.

berikut ini adalah manfaat dan keuntungan dari sikap dan perilaku ikhlas antara lain sebagai berikut.
  • Pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan, sebab dilakukan dengan senang hati dan sepenuh hati.
  • Bekerja tanpa beban dan paksaan karena yang memerintah hati nuraninya, bukan orang lain atau hawa nafsunya. 
  • Semakin banyak berbuat kebaikan, semakin senang hatinya karena telah mampu menolong banyak orang atau pihak.
  • Mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
  • Bebas dari harapan untuk dipuji orang atau disanjung oleh pihak lain.
  • Melakukannya dengan penuh pengabdian.
Allah SWT. menyeru kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, khususnya dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana dalil alam firman-Nya:

 إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ . أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ 

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik) ...." (Q.S. Az-Zumar: 2-3)

Bentuk dan contoh perilaku ikhlas
 
Ikhlas artinya bersih dan tulus dalam melakukan sesuatu, tanpa adanya harapan untuk mendapatkan imbalan dan balasan dari apa yang dikerjakannya itu, selain mengharapkan rida Allah SWT. semata. Ikhlas atau tidaknya seseorang dalam melakukan suatu perbuatan sangat tergantung pada niatnya. Adapun niat itu tempatnya di dalam hati, sehingga keikhlasan seseorang sukar untuk diketahui. Namun demikian, dapat dilihat dari sikap perilaku, ucapan dan tindakannya. Bentuk perilaku ikhlas ada dua, yaitu sebagai berikut.
  • Ikhlas dalam ucapan
Maksudnya ucapan yang disampaikan dengan tulus, tidak mengandung unsur dusta, tidak bermaksud membuat orang lain celaka, dan tidak karena terpaksa, melainkan atas dasar sukarela. Contoh orang yang ikhlas dalam ucapan antara lain ucapan guru yang sedang mengajarkan ilmu kepada murid- muridnya, ticapan orang tua ketika sedang menasihati anaknya, dan ucapan suami yang sedang membimbing istrinya.
  • Ikhlas dalam perbuatan
Maksudnya perbuatan yang dilakukan dengan tulus, tanpa pamrih dan sepenuh hati. Orang yang ikhlas dalam beramal dan berbuat sesuatu, tidak akan merasa terbebani atau terpaksa atas perbuatannya itu. Melainkan ia merasa senang dan gembira telah dapat beramal atau berbuat demikian. Contohnya, memberikan bantuan berupa barang atau jasa pekerjaan kepada orang lain, meskipun terasa berat waktu mengerjakannya, namun tetap dilaksanakannya dengan sukacita, karena senang melakukannya. Selain itu juga, tidak membicarakan perihal bantuannya itu kepada orang lain, apalagi mengungkit- ungkitnya di kemudian hari.
Contoh dan perumpamaan yang nyata bagi perilaku ikhlas dalam perbuatan, ialah ketika kita mau buang air besar. Kita menjalankannya dengan senang hati. Mulai dari berangkat menuju WC, duduk menungguinya sampai tuntas, membersihkannya dengan air, dan meninggalkan apa yang telah kita buang itu tanpa ada rasa penyesalan, dan tidak mengungkit-ungkitnya di kemudian hari.

Demikian juga dengan perilaku ikhlas yang mesti dimiliki oleh setiap muslim. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur'an al karim.

وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ٨ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا  

Artinya: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan (sambil berkata), Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu”. (Q.S. Al-Insan: 8-9)


Nilai-nilai positif dari perilaku ikhlas

Ikhlas dan tulus atas apa yang dilakukan dan diucapkan merupakan sikap terpuji, dan mengandung nilai-nilai yang sangat luhur dan mulia. Nilai-nilai luhur berakhlak ikhlas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  • Tidak mengharapkan imbalan suatu apa pun, kecuali rida Allah SWT. semata.
  • Mengerjakan sesuatu atas kesadaran sendiri, tidak karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak lain.
  • Mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati, tanpa ada rasa sungkan dan malas apalagi meremehkan atas pekerjaannya tersebut.
  • Tidak girang ketika dipuji, dan tidak benci ketika dicela dan dicaci.
  • Bersedia menerima masukan, saran, dan kritik dari orang/pihak lain dengan senang hati.
Cara membiasakan diri berperilaku terpuji ikhlas
Bersikap perilaku ikhlas merupakan suatu perbuatan yang amat terpuji dan harus dipegang teguh oleh setiap muslim. Oleh sebab itu, hendaknya kita mulai membiasakan diri berperilaku ikhlas dalam setiap ucapan dan perbuatan Berperilaku ikhlas sesungguhnya tidak sulit, jika terasa berat itu hanyalah bisikan setan yang selalu menggoda manusia agar tidak melakukan perbuatan baik. Jadi hendaknya kita berlatih sejak saat ini, agar kelak menjadi terbiasi berakhlak ikhlas.
Dalam upaya membiasakan diri berakhlak ikhlas, ada baiknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut ini.
  • Tanamkan kesadaran dalam hati bahwa apa pun yang kita miliki hakikatnya hanya titipan dari Allah.
  • Hendaknya meluruskan niat pada setiap melakukan suatu amal perbuatan, semata-mata hanya ingin mendapatkan rida Allah SWT.
  • Dalam beramal jangan pilih kasih, melainkan semua orang harus dipandang sama.
  • Lupakan setiap amal kebaikan yang telah dilakukan, agar tidak memiliki rasa angkuh dan sombong.
  • Berdoalah kepada Allah SWT. agar diberi kekuatan dalam berakhlak ikhlas.

Kamis, 24 November 2016

Momentum Hari Guru Nasional

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 05.57


Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada 25 November sebaiknya dijadikan momentum untuk mengembangkan profesi guru sesuai tantangan zaman. Peringatan HGN juga merupakan kesempatan untuk merancang postur guru nasional yang ideal untuk menggenjot daya saing bangsa.


Postur guru nasional kini tecermin dari guru yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Postur itu berjumlah sekitar 3.015.315 guru. NUPTK diberikan kepada guru yang statusnya PNS ataupun non-PNS sebagai nomor identitas resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan, yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Tema peringatan Hari Guru Nasional 2016 adalah "Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya". Kalimat mulia karena karya menekankan penghargaan untuk profesi guru dan tenaga kependidikan.

Penghargaan di atas diharapkan nyata dan bukan utopia. Puncak peringatan HGN 2016 dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, dan akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

HGN 2016 diwarnai isu strategis terkait aspek profesionalitas guru. Antara lain, penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan, optimalisasi pendidikan inklusi, revitalisasi SMK menghadapi daya saing ketenagakerjaan, hingga penilaian kinerja guru dan tenaga kependidikan.

Awal mula peringatan HGN dicetuskan oleh Wardiman Djojonegoro, yang saat itu menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. HGN ditetapkan berdasarkan Keppres No 78 Tahun 1994. Penentuan HGN memiliki latar belakang terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945.

Pembentukan PGRI diawali dengan adanya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) sejak 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri atas para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah.


Guru inspiratif
HGN merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan guru ideal yang menjadi sosok inspiratif bagi siswa. Hingga saat ini, sosok guru yang inspiratif dan adaptif dengan kemajuan dunia jumlahnya belum menggembirakan. Sehingga lembaga pendidikan di negeri ini masih dibelit oleh rutinitas dan belum menjadi lumbung kreativitas dan inovasi. Padahal, era globalisasi sekarang ini memungkinkan sekolah menjadi pendorong yang hebat bagi daya kreativitas masyarakat.

Untuk membentuk guru yang inspiratif, dibutuhkan wahana dan kesempatan bagi guru untuk mengikuti perkembangan global. Wahana tersebut untuk menunjang proses pengajaran serta meningkatkan profesionalitas guru.

Sedangkan, kesempatan yang harus diberikan untuk guru adalah mengikuti pendidikan lanjutan ke luar negeri atau mengikuti bermacam event tentang perkembangan metode pendidikan global dan iptek yang relevan.

Kita masih prihatin karena hingga kini, postur guru di negeri ini masih banyak yang gagap teknologi. Khususnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Padahal, perkembangan TIK dan kemampuan mesin pencari lewat internet telah merevolusi tata kelola dan kebudayaan dunia. Serta mentransformasikan proses pendidikan begitu cepatnya. Mesin pencari juga sangat pemurah karena menyediakan sumber informasi yang tak terbatas sebagai bahan baku untuk berkreasi.


Eksistensi guru bagi suatu bangsa adalah kunci kemajuan. Bagi negara maju, guru adalah segalanya. Seperti dalam sikap pemimpin bangsa Jepang Kaisar Hirohito saat menghadapi kalah perang dan kehancuran bangsanya hingga di titik nadir. Untuk membangkitkan kembali bangsanya, Hirohito terlebih dahulu menata dan menghimpun para guru.

Begitu juga, dengan langkah bangsa Amerika Serikat dalam dasawarsa terakhir sangat progresif untuk membenahi postur guru. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing Amerika yang mulai terkejar oleh Cina dan India. Pembenahan postur guru dipimpin oleh sosok reformis pendidikan Amerika Serikat, yakni Arne Duncan sebagai menteri Pendidikan AS.

Gerakan Duncan itu dipicu oleh laporan The President's Commission on Excellence in Education yang berjudul A Nation At Risk: The Imperative for Education Reform. Laporan itu menyebabkan gelombang reformasi pendidikan di Amerika Serikat, yang menekankan totalitas pengembangan kompetensi guru dan merancang ulang sistem sekolah serta mempersiapkan para siswa supaya unggul dalam kompetisi pada masa depan.

Gerakan Duncan diakselerasi dengan membentuk The Carnegie Task Force on Teaching as a Profession. Tim tersebut bertugas mengembangkan standardisasi dan sertifikasi profesi guru serta dibentuknya National Board for Professional Teaching Standards (NBPTS).

Misi NBPTS mengembangkan standardisasi kompetensi guru serta mengadvokasi reformasi pendidikan. Mereka yang duduk dalam lembaga ini adalah para guru kelas. Sejak NBPTS didirikan, pengembangan profesi guru di Amerika Serikat hasilnya sangat pesat.

Pemanfaatan teknologi
Berbagai terobosan untuk meningkatkan kompetensi guru adalah cara tercepat untuk mencetak generasi emas Indonesia. Postur guru yang inspiratif bisa mewujudkan lingkungan pembelajaran generasi baru, yaitu dengan cara pemanfaatan teknologi TIK terkini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, administrasi, serta interaksi dan kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, komunitas, dan sekolah yang lebih efektif dan murah.


Kini semua guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK mestinya memiliki laptop, yang terkoneksi dengan sistem layanan informasi pendidikan lewat internet untuk menunjang proses pengajaran, mengembangkan profesionalitas, dan menggenjot daya kreativitas.

Dengan sistem ini, para guru bisa lebih efektif dalam bekerja sehingga bermacam penyakit rutinitas yang menimpa guru bisa teratasi. Selama ini penyakit rutinitas dan tetek bengek birokrasi telah membelenggu para guru sehingga dari tahun ke tahun, mereka terpaksa berkubang dengan masalah yang itu-itu saja. Akibatnya, tidak mampu meningkatkan kualitas dirinya sesuai dengan semangat zaman.

Kondisi ini sangat relevan dengan premis Root Bernstein penulis buku Sparks of Genius. Yang menyatakan siapa pun perlu keluar dari cara kerja rutin dan konformitas birokrasi supaya bisa melihat masalah dan tantangan pekerjaan dengan cara yang baru.

Dengan adanya sistem layanan elektronik kependidikan yang baik, para guru bisa mempersiapkan materi ajar lebih baik dan variatif serta bisa berkolaborasi dengan forum guru mata pelajaran. Kolaborasi para guru itu pada gilirannya, akan menyuburkan budaya mengunduh dan mengunggah konten pendidikan ataupun ilmu pengetahuan umum.

Program layanan elektronik kependidikan searah dengan program global World Wide Innovative Teacher Forum. Secara rutin, Indonesia mengirimkan wakilnya yang dihasilkan melalui seleksi lewat forum guru mata pelajaran.

Salah satu agenda menarik yang berbasis daya kreativitas adalah acara Innovative Teacher Competition. Dunia sekarang ini terfokus kepada usaha untuk meningkatkan lembaga pendidikan, yang mampu menggenjot daya kreativitas warga negaranya.

Cara lain untuk meningkatkan daya kreativitas utamanya bagi lembaga pendidikan adalah dengan merombak budaya belajar dan ruangan sekolah. Banyak pihak yang kurang menyadari bahwa pengaruh tata ruang, khususnya ruang kelas terhadap daya kreativitas cukup besar.

Ruangan kelas yang dilengkapi dengan perangkat TIK untuk proses belajar, sang guru dengan perangkatnya yang mampu mengakses materi ajar yang bermutu, serta infrastruktur kelas yang dirancang secara ergonomik dan nyaman secara lingkungan bisa memperbaiki proses kreatif siswa secara signifikan


Sumber sepenuhnya dari : republika
Foto : Dokumentasi Pribadi Mas Han

Senin, 01 Agustus 2016

Kisah Muhadjir Gagal Jadi Guru Malah Jadi Menteri Pendidikan

Posted by SDN Sidomulyo 1 Kebonagung On 23.04

Sempat gagal diterima sebagai guru sekolah menengah pertama, Muhadjir Effendy, 59 tahun, kini malah dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anies Baswedan.

"Saya dulu pengen menjadi guru SMP, ingin mengalahkan ayah saya yang kepala SD. Tapi ternyata saya tes, saya tidak diterima," kata Muhadjir saat serah-terima jabatan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016. Padahal hasil tesnya meraih peringkat pertama.

Ternyata yang diterima sebagai guru SMP adalah peserta yang mendapat peringkat kedua, dengan alasan, sebelumnya pernah magang di sekolah itu. Hal itu tidak pernah diumumkan sehingga kemudian dia mengetahuinya sendiri. 


Lantaran kecewa, Muhadjir sempat menggugat Tuhan dan tidak terima dengan kenyataan itu. "Ternyata, bayangkan jika saya menjadi guru SMP, saya tidak pernah bertemu dengan saudara-saudara sekalian. Jadi apa yang menurut kita bagus, belum tentu bagus menurut Tuhan," kata peraih Satyalencana Karya Satya XX pada 2010 itu.
Muhadjir, yang saat ini juga menjabat Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebudayaan, dijadikan Menteri Pendidikan tepat dua hari sebelum hari ulang tahunnya ke-60.

Ia mengaku tak pernah berpikir sebelumnya untuk menjadi menteri. Dia baru diberi tahu akan diangkat menjadi menteri pada Selasa malam kemarin. Sebelumnya, pada 25 Juli 2016, dia diminta tidak meninggalkan Jakarta. "Jabatan ini pemberian, tidak pernah terpikirkan sebelumnya," ucapnya.

Pendidikan sekolah dasar hingga menengah ia tempuh di kota kelahirannya, yakni Madiun. Kemudian dilanjutkan ke pendidikan sarjana muda Fakultas Tarbiyah di Institut Agama Islam Negeri Malang (sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).

Ia kemudian meneruskan pendidikan sarjana pendidikan sosial di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (sekarang Universitas Negeri Malang). Pendidikan pascasarjana ia raih di Universitas Gadjah Mada dengan gelar magister administrasi publik dan program doktoral ilmu-ilmu sosial Universitas Airlangga, Surabaya.

Sewaktu kuliah di Universitas Negeri Malang, Muhadjir aktif di pers kampus dengan mendirikan koran kampus. Kariernya terus menanjak menjadi dosen di Universitas Negeri Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang. Puncaknya, saat ia diangkat menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang pada 2000-2016.

Selain pendidikan formal, Muhadjir mengikuti kursus singkat di bidang kebijakan pertahanan dan keamanan regional di Universitas Pertahanan Nasional, Washington, Amerika Serikat, serta manajemen pendidikan menengah di Universitas Victoria, Kanada.

Terpilihnya Muhadjir sebagai Menteri Pendidikan seakan menjalankan tradisi lama di pemerintahan. Jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selalu diisi kader-kader Muhammadiyah. Pada awal pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak ada satu pun kader Muhammadiyah yang diberi posisi sebagai menteri.

Pada saat Rektor UMM Malik Fadjar menjabat, Muhadjir menjabat Pembantu Rektor III UMM. Di kemudian hari, Malik Fadjar menjabat Menteri Pendidikan Nasional pada era Kabinet Gotong Royong.

Menurut Muhadjir, Presiden Jokowi hanya meminta fokus pada dua hal, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat mengakses pendidikan dan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi bertujuan untuk penyediaan tenaga kerja. "Untuk kurikulum dan guru, tidak ada masalah. Itu merupakan masalah klasik yang harus tetap diselesaikan." Ia berjanji akan mengkaji masalah guru honorer.

Muhadjir juga akan meneruskan program yang dirintis menteri sebelumnya karena program yang sudah berjalan tidak bisa dipenggal-penggal. "Saya perlu mengkaji program-program sebelumnya agar tidak terputus." Begitu juga struktur organisasi di Kementerian, yang tak ingin terburu-buru ia rombak. Jika tidak perlu, dia tidak akan mengubahnya.


Source : TEMPO